About

JADILAH SEPERTI YANG KAMU INGINKAN, KARENA ANDA HANYA MEMILIKI SATU KEHIDUPAN DAN SATU KESEMPATAN UNTUK MELAKUKAN YANG INGIN ANDA LAKUKAN: Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan:SAHABAT SEJATI ADALAH MEREKA YANG SANGGUP BERADA DI SISIMU KETIKA KAMU MEMERLUKAN DUKUNGAN WALAUPUN SAAT ITU MEREKA BISA MEMILIH BERADA DI TEMPAT LAIN YANG LEBIH MENYENANGKAN: Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

Rabu, 25 Agustus 2010

Gereja lokal harus proaktif menyapa umat agama lain

pluralisme Uskup Yohanes Pujasumarta


Kekayaan budaya bisa menjadi strategi dialog dengan agama lain
Sekretaris jenderal Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) meminta Gereja lokal untuk terus berusaha menyapa umat dari agama lain, agar eksistensinya bisa lebih dirasakan oleh banyak orang.
“Agar peran nyata bisa terwujud di Indonesia, Gereja harus berdialog dengan umat agama dan kepercayaan lain melalui budaya sebagai sebuah strategi,” kata Uskup Bandung Mgr. Johannes Pujasumarta dalam sambutannya
pada pertemuan dewan pelaksana Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) di Cisarua, Jawa Barat.
Pertemuan tanggal 1-4 Maret yang dihadiri oleh 200 pemimpin Protestan bertujuan untuk melantik dewan pelaksana PGI yang baru dan perencanaan program kerja.
Mgr. Pujasumarta, salah seorang anggota Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama, juga mengajak 88 denominasi di bawah payung PGI untuk bersama-sama memihak dan memberdayakan orang-orang yang terpinggirkan.
Dia menegaskan, dengan melihat kenyataan Indonesia yang terdiri dari berbagai agama dan budaya, serta kemiskinan, maka menjadi seorang beragama di Indonesia artinya menjadi orang yang berdialog.
Dialog antaragama tidak bisa lagi disebut sebagai sebuah pilihan, tapi sebagai suatu keharusan dalam membangun Indonesia.
“Dialog adalah cara cerdas dan bijak menjadi seorang warga Indonesia,” lanjutnya.
Mgr. Pujasumarta juga menekankan pentingnya inkulturasi nilai-nilai Injil, sehingga orang Indonesia bisa lebih siap menerima Sabda Tuhan.
Mengingat kemiskinan sekarang lebih sebagai kemiskinan struktural dan menciptakan ketidakadilan struktural pula, maka “Gereja yang kita bangun haruslah Gereja orang miskin yang peduli akan korban ketidakadilan struktural.’
Dia berpesan, sangat penting bagi Gereja untuk bekerja sama baik dengan pemerintah pusat maupun daerah. Untuk membantu Gereja benar-benar menjalankan fungsinya dalam mengubah realitas Indonesia sesuai dengan kehendak Allah, maka kerja sama adalah suatu keharusan, lanjut Mgr. Pujasumarta.
Mgr. Pujasumarta juga menekankan apa yang pernah disampaikan teolog Protestan Eka Dharmaputra pada Sinode Gereja Katolik Indonesia tahun 2005 bahwa Gereja harus berjuang untuk kehidupan nasional, jika ingin punya peran di negara ini.
Berbicara kepada UCA News, Pendenta Gomar Gultom, sekretaris jenderal PGI, mengatakan Uskup Pujasumarta diundang untuk berbicara di rapat di Cisarua karena ‘PGI sadar bahwa upaya untuk membangun kerajaan Allah di Indonesia bukan hanya tugas PGI tapi juga KWI.”

sumber:http://www.cathnewsindonesia.com/2010/03/04/gereja-lokal-harus-proaktif-menyapa-umat-agama-lain/


0 komentar: