Seorang teman dari gereja lain mengatakan bahwa penghomatan kepada Bunda Maria itu tidak ada dasarnya. Mohon penjelasan, manakah dasar teologis penghormatan kepada Bunda Maria?
Konsili Vatikan II menyebut tiga dasar teologis untuk penghormatan kepada Bunda Maria. Pertama, keterlibatan aktif Maria dalam Misteri Yesus. Maria terlibat aktif sebagai Bunda Allah Putra. Tak ada orang lain yang dapat menyamai peranan istimewa Maria ini. Maria adalah satu-satunya ciptaan yang mendapatkan anugerah ini. Penyerahan Maria dalam ketaatan, iman, dan cinta kasihnya, menyebabkan Maria menjadi sangat luhur. Kedua, kesucian dan keluhuran tertinggi Maria. Kesucian Maria tidak bisa dibandingkan dengan kesucian lainnya, karena Maria menghambakan diri secara total dalam keadaannya yang tanpa dosa. Maria tidak dihormati seakan-akan ia sendiri berprestasi besar, melainkan karena Allah berkarya dalam dia. Kesucian Maria adalah anugerah Allah, namun anugerah itu sungguh diterimanya, menjadi miliknya sendiri dan membentuk pribadinya. Ketiga, Maria dimuliakan. Setelah penghambaan dirinya di dunia ini selesai, Maria menerima anugerah rahmat ilahi dimuliakan di surga mengatasi semua manusia dan malaikat. Gereja menghormati Maria secara khusus, karena Maria-lah satu-satunya ciptaan yang memiliki keintiman terdalam dengan Yesus. Penghormatan kepada Maria ini hanya mungkin karena Maria membawa kita kepada Tuhan dan karena dalam dia Allah menggapai kita, yaitu Allah yang telah menyerahkan seluruh diri dan hidup-Nya kepada manusia. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa penghormatan khusus kepada Maria ini bukanlah “hasil rekayasa baru” Gereja Katolik, melainkan bersumber dan sudah ada sejak semula dalam Gereja. Ajaran tentang penghormatan khusus kepada Maria ini hanyalah merupakan pernyataan ulang dari apa yang sudah ada dalam Gereja sejak awal.
Download Aplikasi Supervisi Pembinaan Guru BK Terbaru
8 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar