About

JADILAH SEPERTI YANG KAMU INGINKAN, KARENA ANDA HANYA MEMILIKI SATU KEHIDUPAN DAN SATU KESEMPATAN UNTUK MELAKUKAN YANG INGIN ANDA LAKUKAN: Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan:SAHABAT SEJATI ADALAH MEREKA YANG SANGGUP BERADA DI SISIMU KETIKA KAMU MEMERLUKAN DUKUNGAN WALAUPUN SAAT ITU MEREKA BISA MEMILIH BERADA DI TEMPAT LAIN YANG LEBIH MENYENANGKAN: Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

Minggu, 08 November 2009

Magisterium

1. Apa itu Magisterium?

Magisterium adalah wewenang mengajar Gereja. Wewenang ini ditetapkan oleh Yesus Kristus ketika Ia menjanjikan, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dia-lah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yoh 14:16.26).

Kuasa mengajar ini dipercayakan Gereja kepada Paus dan para Uskup, seperti dinyatakan dalam Vatikan II, Dei Verbum #10, “Adapun tugas untuk menafsirkan secara otentik Sabda Allah yang tertulis dan diturunkan itu dipercayakan hanya kepada wewenang mengajar Gereja yang hidup, yang kewibawaannya dilaksanakan atas nama Yesus Kristus.”

2. Apakah yang menjadi dasar dari Wewenang Mengajar Gereja ini?

Dalam Injil Matius 16:18, pada saat Yesus mengganti nama Simon menjadi Petrus, Yesus sekaligus mengatakan hal ini kepadanya, “Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus [artinya batu karang] dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”

Pula, dalam perutusan agung sesudah kebangkitan-Nya, Yesus mengatakan kepada kesebelas rasul (Yudas telah tewas menggantung diri dan Matias belum dipilih untuk menggantikannya): “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:18-20).

Kesebelas rasul itu adalah bapa-bapa Uskup Gereja yang pertama, dengan Petrus sebagai pemimpinnya. Perhatikan bahwa Yesus berjanji menyertai Gereja-Nya beserta para pemimpinnya “senantiasa sampai kepada akhir zaman” dan bahwa “alam maut tidak akan menguasainya.” Artinya adalah: dalam tugas mengajar, Gereja akan senantiasa disertai oleh perlindungan ilahi sampai kepada akhir zaman; dengan demikian, Gereja dijauhkan dari salah atau kesesatan yang mungkin.

Kecuali hanya jika Kitab Suci itu salah atau Yesus berbohong, maka Gereja yang dimaksud adalah Gereja Katolik. Tak ada gereja dari denominasi manapun, selain Gereja Katolik, yang dapat menarik garis lurus suksesi tak terpatahkan hingga kembali pada Petrus dan para rasul. Setiap gereja dari denominasi lain dapat menarik garis lurus mereka hanya hingga sampai pada individu tertentu atau sampai pada masa di mana mereka memisahkan diri dari Gereja yang dibangun atas dasar Petrus dan atas dasar iman yang diajarkan Gereja-Nya. (lihat “TEST: Apakah Gerejamu adalah Gereja yang didirikan oleh Kristus?” oleh P. Francis J. Peffley).

3. Adakah dasar biblis lainnya yang menegaskan kuasa mengajar dari para rasul ini?

Ya, diantaranya: Luk 6:12-16; Mat 28:18-20; Yoh 20:21-23; 2Tes 2:15; 1Kor 12:12.28-31.
“disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”

1 komentar:

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.